Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin

Cara dan Tips Mengelola Dana (Financial Literacy)

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) mengadakan program pelatihan bagi pelatih atau Train the Trainers dengan topik ‘sadar pengelolaan keuangan’ atau financial literacy. Program pelatihan ini mengambil tema “Tips Mengelola Dana Untuk Wanita”. Kegiatan sosialisasi publik yang merupakan salah satu perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility – CSR) dari Prudential Indonesia ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga bagi masyarakat terutama kelompok perempuan, di mana di dalamnya termasuk program pelatihan menjadi kader pelatih (trainer) yang baik.

William Kuan selaku Presiden Direktur Prudential Indonesia mengatakan, “Kami sangat menghargai dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan, yang tahun ini memfasilitasi Prudential Indonesia untuk mengadakan program Financial Literacy – Train the Trainers untuk pertama kalinya. Kegiatan ini merupakan pengembangan dari program Financial Literacy yang telah diberikan kepada para perempuan pengusaha mikro sektor informal di kota-kota besar di Indonesia yang secara berkelanjutan telah Prudential laksanakan sejak tahun 2009. Melalui kegiatan ini kami sekaligus berharap dapat ikut memperkuat perempuan Indonesia menjadi sosok mandiri dan cerdas serta turut serta mendorong perkembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia, yang selaras dengan misi yang diemban oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.”

Para calon pelatih (trainer) merupakan kelompok perempuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang merupakan kelompok binaan Kementerian Perdagangan. Selain menjadi pelaku usaha, sebagian besar peserta merupakan pimpinan dari berbagai asosiasi atau kelompok UMKM yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. Program Train the Trainers yang diikuti oleh 30 orang perempuan kader ini akan dikemas secara interaktif melalui pelaksanaan pelatihan tentang bagaimana menjadi pelatih (trainer) yang baik; dan pengetahuan tentang sadar pengelolaan keuangan (financial literacy) yang akan menjadi pedoman mereka untuk disosialisasikan kembali kepada kelompok binaan masing-masing, melalui sesi-sesi pemaparan materi pelatihan maupun diskusi-diskusi kelompok.

Program financial literacy merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari Grup Prudential yang juga dilaksanakan di beberapa negara di Asia. Inisiatif tersebut berupa akses pendidikan dan informasi kepada kelompok perempuan tentang pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan pribadi serta keluarga. Program financial literacy dari Grup Prudential ini telah diberikan kepada lebih dari 28.000 perempuan yang tersebar di berbagai negara; seperti Vietnam, Cina, India dan Indonesia.

Di Indonesia, dalam pelaksanaannya Prudential mendapat dukungan penuh tidak hanya dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), tapi juga bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA), serta Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra). Dalam program ini, sasaran utamanya adalah perempuan pelaku usaha mikro di sektor informal seperti pedagang kaki lima dan lain-lain. Sejak tahun 2009 hingga tahun 2011, program financial literacy telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 4.500 perempuan di sembilan kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar, Solo, Palembang dan Cirebon.

Peserta pelatihan selama ini mayoritas adalah para perempuan anggota Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) yang terafiliasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA).

“Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, kami sangat peduli pada masyarakat yang sadar atas pengelolaan keuangan yang baik, tentu termasuk di dalamnya, para perempuan yang kuat dan mandiri. Melalui program financial literacy – Train the Trainers kami berharap para calon kader pelatih dapat melanjutkan melakukan sosialisasi terhadap pengetahuan yang telah didapat kepada kelompok binaannya, maupun juga kelompok perempuan lainnya di Indonesia. Sehingga semakin banyak perempuan Indonesia yang memiliki akses terhadap pendidikan dasar pengelolaan keuangan yang sangat berguna untuk peningkatan kualitas hidup pribadi dan keluarga di masa depan,” tutup William.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar